Budidaya Pepaya

Budidaya Pepaya
Pepaya merupakan tanaman dengan buah yang digolongkan ke dalam keluarga Caricaceae. Kabarnya, buah dengan rasa manis dan segar ini pertama kali ditemukan di dataran Amerika Tengah, Hindia Barat dan juga di wilayah Meksiko juga Costa Rica. Saat ini, pemasok terbesar pepaya adalah Brazil. Pepaya sendiri memang merupakan buah tropis. Pertumbuhannya akan maksimal jika ditanam di daerah dengan ketinggian 1000 meter dari dasar laut. Di Indonesia, buah pepaya termasuk kategori buah populer. Tingkat konsumsinya sangat tinggi. Karena itu, budidaya pepaya merupakan pilihan terbaik jika ingin memulai usaha di bidang argobisnis. Tertarik mencoba? Berikut beberapa hal yang penting untuk Anda pahami sebelum memulai usaha budidaya pepaya Anda.

Sayarat Tumbuh

Pada dasarnya, sentra budidaya pepaya di Indonesia tersebar di seluruh penjuru nusantara. Bahkan, oleh kerena kemudahannya tumbuh, pepaya kadang menjadi tanaman pekarangan warga. Pepaya memang pada prinsipnya mudah ditanam asalkan syarat tumbuhnya terpenuhi. Tanaman ini tumbuh subur di daerah dengan curah hujan yang berkisar di angka 1000 sampai 2000 mm per tahunnya. Sementara itu suhu optimumnya berada di angka 22 sampai 26 Derajat Celsius. Kondisi angin juga sebaiknya tidak terlalu kencang sebab akan mempengaruhi tumbuh tanaman.
Selain iklim, syarat tumbuh dalam buididaya pepaya juga mencakup media tanam. tanah yang baik untuk menanam pepaya tentu tanah yang subur dan kaya akan humus. Tanah baiknya banyak mengunci air dan tentu gembur. pH tanah paling ideal adalah pH yang netral antara 6 sampai 7. Ketinggian lokasi tanam mulai dari 700 m dari permukaan laut hingga 1000 m Dpl.
Pedoman Budidaya Tanaman Pepaya

Salah satu poin penting dalam budidaya pepaya adalah pemilihan bibit atau benih. Secara umum, papaya bisa diperbanyak dengan cara vegetatif maupun generatif. Hanya saja, cara vegetatif memakan waktu dengan hasil yang tak banyak. Karena itu, petani pepaya biasanya menggunkan metode generatif yakni dengan biji. Syarat biji pepaya yang akan dijadikan benih cukup sederhana. Biji tersebut harus diambil dari buah yang matang sempurna. Bukan yang terlalu matang/tua (mendekati busuk) dan bukan pula yang mengkal. Biji pepaya tersebut juga harus diambil dari pohon yang sempurna. Biji yang hendak ditanam harus disortir terlebih dahulu. Caranya dengan merendam biji semalam penuh. Pilih biji yang bernas atau tenggelam ke dasar wadah tempat merendam. Buang biji yang mengambang sebab tidak layak tanam. Biasanya biji yang telah disortir langsung ditanam di lahan atau dikecambahkan terlebihdahulu dan disemaikan di polybag sebelum dipindahkan ke lahan tanam sebenarnya.

 

Jika menggunakan bibit yang disemai, maka terlebih dahulu sebelum bibit ditanam, harus dibuatkan libang tanam dengan ukuran 60x60x40 cm. Lubang tersebut digali dengan cara berbasis. Biarkan lubang tersebut kosong dan terbuka selama 3 hari agar mendapatkan cahaya matahari yang cukup. Setelah itu, lubang tersebut kemudian diisi dengan tanah yang telah dicampur sempurna dan merata dengan pupuk kompos. Lubang dengan tanah bercampur kompos kemudian ditutupi lagi dengan tanah sampai membentuk gundukan. Biarkan sampai 2 hingga 3 hari. Selanjutnya, lubang siap untuk ditanami.

Sementara itu, jika menggunakan biji pepaya yang ditanam langsung, terlebih dahulu harus dibuat lubang tanam dengan ukuran yang lebih kecil dengan diameter sekitar 10 cm. Lubang tersebut dibuat kurang lebih 5 bulan sebelum masa penghujan. Setiap lubang diisi dengan 3 sampai 5 biji pepaya. Masa tanam terbaik jika menggunakan biji langsung adalah di musim penghujan.

Setelah proses tanam, langkah selanjutnya adalah pemeliharaan. Proses ini mencakup penjarangan dan penyulaman, penyiangan, pembumbunan, pemupukan, pengairan dan penyiraman, terakhir penganggulangan hama dan penyakit.


Proses penjarangan dan penyulaman dilakukan dengan tujuan mendapatkan tanaman betina dan juga jantan. Hal ini biasanya dilakukan pada saat pohon pepaya sudah mulai berbunga. Selanjutnya adalah proses penyiangan. Pohon pepaya juga memerlukan penyiangan secara teratur untuk menghindari terjadinya persaingan air. Selanjutnya adalah pembumbunan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi tanah sehat. Langkah pemeliharaan yang tak kalah penting adalah pemupukan. Jauh lebih baik jika menggunakan pupuk organik. Komposisi pupuk yang digunakan biasanya tergantung pada usia pohon pepaya itu sendiri.

Langkah yang tak kalah penting adalah pengairan dan penyiraman. Pepaya dikenal sebagai tanaman yang memerlukan air yang cukup. Tetapi sangat tidak menyukai air yang tergenang. Pohonnya mudah busuk jika terendam air. Oleh sebab itu, petani harus jeli. Perairan harus diatur dengan seksama. Sebaiknya dibuatkan parit jika curah hujan sedang tinggi. Dan di musim kemarau, pastikan Anda menyiram pepaya jauh lebih sering.

Hal lain yang penting adalah penanggulangan hama dan penyakit. Penyakit yang sering menghingapi pohon pepaya disebabkan oleh jamur antara lain Jika menggunakan bibit yang disemai, maka terlebih dahulu sebelum bibit ditanam, harus dibuatkan libang tanam dengan ukuran 60 x 60 x 40 cm. Lubang tersebut digali dengan cara berbasis. Biarkan lubang tersebut kosong dan terbuka selama 3 hari agar mendapatkan cahaya matahari yang cukup. Setelah itu, lubang tersebut kemudian diisi dengan tanah yang telah dicampur sempurna dan merata dengan pupuk kompos. Lubang dengan tanah bercampur kompos kemudian ditutupi lagi dengan tanah sampai membentuk gundukan. Biarkan sampai 2 hingga 3 hari. Selanjutnya, lubang siap untuk ditanami.

Sementara itu, jika menggunakan biji pepaya yang ditanam langsung, terlebih dahulu harus dibuat lubang tanam dengan ukuran yang lebih kecil dengandiameter sekitar 10 cm. Lubang tersebut dibuat kurang lebih 5 bulan sebelum masa penghujan. Setiap lubang diisi dengan 3 sampai 5 biji pepaya. Masa tanam terbaik jika menggunakan biji langsung adalah di musim penghujan.

Setelah proses tanam, langkah selanjutnya adalah pemeliharaan. Proses ini mencakup penjarangan dan penyulaman, penyiangan, pembumbunan, pemupukan, pengairan dan penyiraman, terakhir penganggulangan hama dan penyakit. Jamur-jamur ini menyerang bagian buah juga batang. Cara terbaik untuk menaggulangi hal ini adalah dengan menjaga kebersihan juga sistem drainase.

Dalam sistem budidaya apapun, langkah paling akhir tentunya adalah pemanenan. Untuk budidaya pepaya, pemanenan dilakukan pada saat pohon berumur 9 sampai 12 bulan. Buah pepaya dipetik saat tanda-tanda kematanga  telah terlihat antara lain kulit buah yang mulai menguning. Penen pepaya dilakukan dengan cara memetik. Biasanya petani menggunakan alat bernama songgo yang ujungnya mengerucut untuk mencegah pepaya jatuh saat proses pemetikan. Pepaya yang jatuh akan membuat buah tidak sempurna dan gampang busuk.